Sebelumnya Dengan Gagahnya Tolak Hak Angket KPK, Setelah Amien Rais Disebut di Kasus Korupsi Alkes, Mendadak PAN Jadi Melempem...

Tentu saja, semuanya masih ingat bagaimana Partai Amanat Nasional (PAN) dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang penuh menolak untuk ikut tanda tangan hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya Dengan Gagahnya Tolak Hak Angket KPK, Setelah Amien Rais Disebut di Kasus Korupsi Alkes, Mendadak PAN Jadi Melempem...
Sebelumnya Dengan Gagahnya Tolak Hak Angket KPK, Setelah Amien Rais Disebut di Kasus Korupsi Alkes, Mendadak PAN Jadi Melempem...
KOMPAS METRO - Tentu saja, semuanya masih ingat bagaimana Partai Amanat Nasional (PAN) dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang penuh menolak untuk ikut tanda tangan hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat itu PAN juga meneguhkan bahwa tidak akan mengirimkan perwakilan ke Pansus angket KPK yang akan dibentuk.

Tetapi dalam dua hari terakhir ini, putusan PAN seperti menggambarkan keragu-raguan mereka apakah akan tetap tidak mengutus atau sebaliknya mengutus utusan.

Itu ditegaskan dengan pernyataan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang enggan mengirim perwakilan dalam pansus angket KPK.

Namun sikap Partai yang didirikan mantan Ketua MPR RI Amien Rais itu berubah seketika setelah namanya disebut sebagai orang yang menerima aliran dana kasus Alkes.

"Akhirnya, setelah Amien Rais datang ke DPR, kita semua menyaksikan PAN lalu menetapkan dengan sigap utusan mereka ke pansus KPK," ujar pengamat Politik Ray Rangkuti kepada Tribunnews.com, Kamis (8/6/2017).

Untuk itu menurut Ray Rangkuti, sulit menyebut bahwa perubahan sikap PAN ini tidak terkait dengan sikap Amien Rais, akhir-akhir ini terhadap KPK.

Khususnya setelah nama Amien Rais disebut sebagai orang yang menerima aliran dana kasus Alkes.
Perubahan yang sangat tiba-tiba itu, hampir sulit menyebutnya sebagai suatu yang tak berhubungan.
Hal ini juga memperlihatkan bagaimana pengaruh yang kuat Amien Rais ke dalam kepengurusan PAN yang sekarang.

Karena hanya dalam hitungan hari setelah penyebutan nama itu dan akhirnya Rabu (7/6/2017), PAN memutuskan mengirim wakil ke Pansus angket KPK.

Dia menilai sesuatu yang sulit dilihat sebagai atas dasar pertimbangan rasional, independen dan konsisten.

Tiga hal yang memang seperti barang mewah dalam kultur politik kita. Berbagai alasan ini itu dikemukakan.

"Kemarin dengan gagah menolak, lalu begitu saja berbalik arah. Tak perlu alasan mewah untuk sikap bolak balik itu," katanya.

Kadang yang dibutuhkan adalah seperti rasa tersinggung, membela para tetua partai, atau bahkan sekedar gagah-gagahan, menurutnya.

Padahal, sejatinya politik perlu dibuat dewasa. Antara lain memisahkan kasus yang menimpa orang perorang, tokoh-tokohnya dengan partai sebagai organisasi masyarakat.

"Partai sejatinya membela hak dan kepentingan publik. Bukan sekedar hak-hak dan kepentingan orang-orang di dalamnya," ujarnya.

PAN pada akhirnya mengirim dua nama. Tak tanggung-tanggung, salah satu nama yang dikirim yakni Hanafi Rais, putra Amien Rais.

Amien tengah disorot lantaran namanya disebut oleh jaksa KPK dalam sidang kasus korupsi pengadaan alat kesehatan dengan tersangka mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.
Mantan Ketua Umum PAN itu disebut menerima aliran dana korupsi pengadaan alat kesehatan sebesar Rp 600 juta.

Saat Pansus Angket KPK akan gelar rapar perdana, Rabu (7/6/2017), Amien Rais menyambangi gedung DPR RI. Kehadirannya untuk membahas hak angket KPK yang masuk ke dalam Pansus.
Amien mengaku ingin membuktikan kinerja KPK yang buruk melalui hak angket yang digulirkan di DPR. Karena selama ini DPR menurut Amien yang dinilai salah oleh publik, karena menggunakan hak angket kepada KPK

"Jadi sekarang siapa yang palsu DPR atau KPK," ujar Amien di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Amien menduga KPK memiliki banyak kepalsuan dan kebusukan di dalam kinerjanya. Sehingga jika terbukti, Amien ingin KPK dibuka melalui cara konstitusional dan demokratis.

"Kalau KPK yang palsu nanti ambil langkah-langkah konstitusional, langkah yang demokratis misalkan," ujar Amien.

Sedangkan jika DPR yang menggulirkan hak angket KPK ketahuan memiliki niat yang tidak baik, Amien mengatakan pihak parlemen akan mendapat hukuman sosial dari publik.

"Tapi kalau DPR yang palsu biar nanti rakyat yang memberikan hukuman," kata Amien.
Sebelumnya Amien menyebut kasus besar seperti Bank Century, Sumber Waras, BLBI, dan Reklamasi tidak diselesaikan oleh KPK. Sedangkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kata Amien hanya berhasil menangkap uang dengan jumlah kecil.

"Kalau mengenai Bank Century dia (KPK) enggak berani, Sumber waras dia enggak berani, BLBI enggak berani, rekalamasi ngga berani. Tapi kalau itu OTT Rp 100 juta, 50 juta," ujar Amien. (tribunnews.com/kompasmetro)


Name

Ahmad Dhani,3,Ahok,24,Ahok Tersangka,21,Al-Maidah 51,32,Amerika,4,Anies Baswedan,2,Antasari,2,Anti Korupsi,2,Basuki Tjahaja Purnama,8,Berita,336,BNPT,1,Bogor,3,Buni Yani,12,Buni Yani Tersangka,7,Demo 2 Desember,14,Demo 25 November,1,Demo 4 November,1,Demo Ahok,53,Denny Siregar,1,Densus 88,3,Donald Trump,4,DPR,1,Education,1,Ekonomi,14,Entertainment,18,Fadli Zon,2,Fahri Hamzah,3,Fahri Hazah,1,FPI,5,Gempa Aceh,4,GNPF-MUI,1,Golkar,1,Gus Dur,1,Gus Mus,2,Haul Gus Dur,2,Headlines,50,Health,10,HMI,4,Hoax or Not,11,Indonesia,3,Indonesiana,5,Inspirasi,7,Internasional,47,Internet Positif,1,Iwan Fals,1,Jakarta,77,Jawa Barat,1,Johan Budi,1,Joko Widodo,2,Jokowi,12,Jusuf Kalla,1,KAHMI,1,Kalijodo,1,Kalimantan,1,Kasus,1,Kasus Makar,2,Kemendikbud,1,Kolom,9,Kolom Agama,24,Kolom Humaniora,5,Kolom Pendidikan,1,Kolom Politik,32,KPK,2,Kriminal,2,Kriminalisasi Ulama,1,Life Style,7,Lukman Hakim Saifuddin,1,Metro Channel,2,Mobile,1,Mubahalah,2,Nahdlatul Ulama,4,Nasional,509,Natal,1,News,459,News. Nasional,1,Novel Bamukmin,1,Ojek Online,1,Opini,24,Otomotive,1,Pemilu Amerika,2,Pendidikan,1,Perang Dunia Ke-III,1,Pilgub DKI,9,Pilkada,33,Pilkada 2017,14,Pilkada Bekasi,2,Pilkada DKI,86,Pilkada Jabar,1,Pilkada Jakarta,29,PKS,1,PMII,1,Politik,198,Polri,2,Prabowo,1,Ragam Nusantara,2,Religi,4,Rizieq Shihab,4,RPTRA,1,SBY,8,Science,5,Serba-serbi,6,Setya Novanto,1,Sidang Ahok,12,Sport,4,Sumanto Al-Qurtubi,1,Sumpah Pemuda,1,Surat Terbuka,1,Tekno,20,Terorisme,9,TIK,1,Timnas,1,Tito Karnavian,1,TNI,3,Toleransi,1,Travel,15,Trial,1,TurnBackHoax,1,Video,3,Viral,27,Wawancara,2,
ltr
item
Kompas Metro: Sebelumnya Dengan Gagahnya Tolak Hak Angket KPK, Setelah Amien Rais Disebut di Kasus Korupsi Alkes, Mendadak PAN Jadi Melempem...
Sebelumnya Dengan Gagahnya Tolak Hak Angket KPK, Setelah Amien Rais Disebut di Kasus Korupsi Alkes, Mendadak PAN Jadi Melempem...
Tentu saja, semuanya masih ingat bagaimana Partai Amanat Nasional (PAN) dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang penuh menolak untuk ikut tanda tangan hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
https://2.bp.blogspot.com/-lnlx1XZH8kY/WTlSYD-wARI/AAAAAAAAHlE/wxq-gGyuT5oSs3MTXY60wJMwjaPY0a8wwCLcB/s640/Amien%2BRais%2B-.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-lnlx1XZH8kY/WTlSYD-wARI/AAAAAAAAHlE/wxq-gGyuT5oSs3MTXY60wJMwjaPY0a8wwCLcB/s72-c/Amien%2BRais%2B-.jpg
Kompas Metro
http://www.kompasmetro.net/2017/06/sebelumnya-dengan-gagahnya-tolak-hak.html
http://www.kompasmetro.net/
http://www.kompasmetro.net/
http://www.kompasmetro.net/2017/06/sebelumnya-dengan-gagahnya-tolak-hak.html
true
1123746350529315679
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy