Mahkamah Agung Hukum Mati Pengedar Narkoba Kelas Kakap

Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman mati kepada Ramli Usman karena mengedarkan 540 kg ganja. Pria kelahiran 21 Mei 1956 itu terbukti memesan ganja dari Aceh.

Mahkamah Agung Hukum Mati Pengedar Narkoba Kelas Kakap
Mahkamah Agung Hukum Mati Pengedar Narkoba Kelas Kakap
KOMPAS METRO - Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman mati kepada Ramli Usman karena mengedarkan 540 kg ganja. Pria kelahiran 21 Mei 1956 itu terbukti memesan ganja dari Aceh.

Kasus penyelundupan ganja ini melibatkan 3 orang. Iwan Setiawan merupakan nama pertama yang ditangkap polisi di kawasan Ciputat, Tangsel, pada 12 April 2015.

Saat ditangkap, ditemukan barang bukti ratusan kilo ganja. Tapi Iwan berkilah bahwa ganja itu bukan miliknya.

Iwan, 'bernyanyi' dan kemudian polisi melakukan pengembangan. Alhasil, seorang tersangka berhasil ditangkap atas nama Ramli Usman.

Setelah itu, keduanya mengatakan bahwa ganja ratusan kilo itu akan disimpan di sebuah gudang milik Kartika alias Boy. Polisi pun bergerak mencari Boy dan berhasil menangkap Boy di kontrakannya.

Saat menangkap Boy polisi kembali menemukan barang bukti ganja 59 kg. Total barang bukti yang ditemukan polisi adalah 540 kg.

Iwan, Ramli dan Boy diadili dengan berkas terpisah. Pada 22 Desember 2015, PN Jakbar hanya menjatuhkan penjara seumur hidup kepada Ramli. Jauh dari tuntutan mati yang disodorkan jaksa.

Jaksa tak terima dan mengajukan banding. Pada 24 Februari 2016, Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menjatuhkan hukuman mati kepada Ramli. Atas vonis itu, giliran Ramli tak terima dan mengajukan kasasi.

"Menolak permohonan kasasi terdakwa Ramli Usman bin Usman," kata majelis hakim kasasi sebagaimana dilansir website MA, Selasa (7/2/2017).

Duduk sebagai ketua majelis hakim agung Andi Samsan Nganro dengan anggota hakim agung Edy Army dan hakim agung Margono. Ketiganya meyakini Ramli yang memesan ganja itu dari Aceh dengan upa Rp 60 juta kepada sopir truk, Syahbudin dan Rp 40 juta kepada kernet truk, Saleh. Sebagai uang muka, Ramli memberikan Rp 10 juta kepada Syahbudin.

"Pidana mati masih merupakan hukum positif di Negara Kesatuan Republik Indonesia, apalagi dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan penjatuhan pidana mati tidak bertentangan dengan konstitusi," ucap majelis dengan suara bulat pada 14 September 2016 lalu. (detik.com/wijaya kusuma)


Name

Ahmad Dhani,3,Ahok,24,Ahok Tersangka,21,Al-Maidah 51,32,Amerika,4,Anies Baswedan,2,Antasari,2,Anti Korupsi,2,Basuki Tjahaja Purnama,8,Berita,336,BNPT,1,Bogor,3,Buni Yani,12,Buni Yani Tersangka,7,Demo 2 Desember,14,Demo 25 November,1,Demo 4 November,1,Demo Ahok,53,Denny Siregar,1,Densus 88,3,Donald Trump,4,DPR,1,Education,1,Ekonomi,14,Entertainment,18,Fadli Zon,2,Fahri Hamzah,3,Fahri Hazah,1,FPI,5,Gempa Aceh,4,GNPF-MUI,1,Golkar,1,Gus Dur,1,Gus Mus,2,Haul Gus Dur,2,Headlines,50,Health,10,HMI,4,Hoax or Not,11,Indonesia,3,Indonesiana,5,Inspirasi,7,Internasional,47,Internet Positif,1,Iwan Fals,1,Jakarta,77,Jawa Barat,1,Johan Budi,1,Joko Widodo,2,Jokowi,12,Jusuf Kalla,1,KAHMI,1,Kalijodo,1,Kalimantan,1,Kasus,1,Kasus Makar,2,Kemendikbud,1,Kolom,9,Kolom Agama,24,Kolom Humaniora,5,Kolom Pendidikan,1,Kolom Politik,32,KPK,2,Kriminal,2,Kriminalisasi Ulama,1,Life Style,7,Lukman Hakim Saifuddin,1,Metro Channel,2,Mobile,1,Mubahalah,2,Nahdlatul Ulama,4,Nasional,509,Natal,1,News,459,News. Nasional,1,Novel Bamukmin,1,Ojek Online,1,Opini,24,Otomotive,1,Pemilu Amerika,2,Pendidikan,1,Perang Dunia Ke-III,1,Pilgub DKI,9,Pilkada,33,Pilkada 2017,14,Pilkada Bekasi,2,Pilkada DKI,86,Pilkada Jabar,1,Pilkada Jakarta,29,PKS,1,PMII,1,Politik,198,Polri,2,Prabowo,1,Ragam Nusantara,2,Religi,4,Rizieq Shihab,4,RPTRA,1,SBY,8,Science,5,Serba-serbi,6,Setya Novanto,1,Sidang Ahok,12,Sport,4,Sumanto Al-Qurtubi,1,Sumpah Pemuda,1,Surat Terbuka,1,Tekno,20,Terorisme,9,TIK,1,Timnas,1,Tito Karnavian,1,TNI,3,Toleransi,1,Travel,15,Trial,1,TurnBackHoax,1,Video,3,Viral,27,Wawancara,2,
ltr
item
Kompas Metro: Mahkamah Agung Hukum Mati Pengedar Narkoba Kelas Kakap
Mahkamah Agung Hukum Mati Pengedar Narkoba Kelas Kakap
Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman mati kepada Ramli Usman karena mengedarkan 540 kg ganja. Pria kelahiran 21 Mei 1956 itu terbukti memesan ganja dari Aceh.
https://4.bp.blogspot.com/-3qC-24ufVRE/WJlO9j3c_jI/AAAAAAAAAnI/HvCQ0CMXobEYSCJqjhDcpdlEMa5ejkMFgCLcB/s640/Mahkamah%2BAgung.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-3qC-24ufVRE/WJlO9j3c_jI/AAAAAAAAAnI/HvCQ0CMXobEYSCJqjhDcpdlEMa5ejkMFgCLcB/s72-c/Mahkamah%2BAgung.jpg
Kompas Metro
http://www.kompasmetro.net/2017/02/mahkamah-agung-hukum-mati-pengedar.html
http://www.kompasmetro.net/
http://www.kompasmetro.net/
http://www.kompasmetro.net/2017/02/mahkamah-agung-hukum-mati-pengedar.html
true
1123746350529315679
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy