Derita Ahmad Dhani, Selebritis Tersesat di Dunia Politik, Gagal Total di Pilkada Bekasi

Ahmad Dhani bukan yang pertama, selebritis yang masuk ke kancah politik. Sebelum Dhani, sudah banyak selebritis-selebritis lainnya yang mencoba peruntungan nasib di dunia politik. Bermodalkan popularitas, mereka percaya bahwa mereka mampu meraih banyak suara. Parpol pun berebutan menggandeng sang selebritis.

Derita Ahmad Dhani, Selebritis Tersesat di Dunia Politik, Gagal Total di Pilkada Bekasi
Derita Ahmad Dhani, Selebritis Tersesat di Dunia Politik, Gagal Total di Pilkada Bekasi
KOMPAS METRO - Ahmad Dhani bukan yang pertama, selebritis yang masuk ke kancah politik. Sebelum Dhani, sudah banyak selebritis-selebritis lainnya yang mencoba peruntungan nasib di dunia politik. Bermodalkan popularitas, mereka percaya bahwa mereka mampu meraih banyak suara. Parpol pun berebutan menggandeng sang selebritis.

Kehadiran para selebritis memang tak dilarang undang-undang, sebab setiap WNI punya kesempatan untuk dipilih dan memilih. Disebabkan undang-undang tidak melarang, tak sedikit artis yang tergiur untuk merasakan kursi panas sebagai kepala daerah. Tapi, kehadiran selebritis hanya menjadi strategi mendulang suara. Kehadiran mereka di panggung politik belum mampu memenuhi tujuan dari demokrasi yang dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Pernah kah kita melihat seorang selebritis yang telah menjadi kepala daerah lalu membuat sebuah perubahan yang signifikan di daerah dimana ia memimpin? Kita lihat Pasya Ungu, apa yang telah ia buat di Palu? Hanya bisa bergaya dan bangga dengan seragam kebesarannya. Belum lagi kasus konktrakannya yang dibayar pakai APBD. Ini sangat menggelikan. Mental dilayani saat menjadi selebritis belum hilang saat ia menjadi pelayan masyarakat.

Belum lagi wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mizwar. Ia pernah ditanya kenapa masih suka aktif di dunia entertainment? Katanya, ya biar nggak korupsi. Saat Jawa Barat diserbu dengan bencana alam, apa reaksi wagub sosis ini? Tidak ada. Saat ada kasus penodaan agama yang bukan terjadi di wilayahnya, ia malah menangis seperti anak kecil.

Saya melihat, masyarakat Bekasi sudah cerdas. Dari hasil quick count sebuah lembaga survei, Dhani berada di posisi kedua dengan 25 persen suara. Sementara di tempat pertama ada Paslon atas nama Neneng Hasanah Yasin-Eka Supriatmadja dengan 42 persen suara. Itu artinya, masyarakat sudah bisa menilai bahwa popularitas seorang calon pemimpin bukanlah tolok ukur ia mampu memimpin.

Pengalaman Dhani di dunia politik, yang paling hebat hanya sampai menjadi salah satu yang diduga terlibat makar. Itulah pengalaman paling keren Dhani di dunia politik. Selebihnya, Dhani hanya buzzer saat Pilres 2014 lalu. Dan juga buzzer yang selalu mendampingi Ratna Sarumpaet untuk menjegal Ahok. Meski kini, mereka telah menjadi macan yang kehilangan taring dan cakarnya, pasca diciduk polisi.

Dhani adalah gambaran dari musisi tanah air yang bangkrut di dunia seni, lalu lari ke politik karena disana banyak duitnya. Dhani menjual popularitasnya untuk menebar kebencian terhadap lawan politiknya demi menutup dapur rumah tangganya yang carut marut.

Saya sudah membahas tentang kehidupan Dhani yang hancur seketika setelah anaknya Dul menabrak sebuah mobil yang menewaskan semua penumpang mobil tersebut. Dari titik itulah neraka kehidupan mulai menghantui kehidupan Dhani. Banyak hartanya ludes demi kebebasan si Dul. Musibah ini berimbas pada ambruknya manajemen Republik Cintanya Dhani.



Para artis di bawah naungan RCM berlarian keluar, tak tahan dengan sadisnya pembagian fee. Saat RCM bubar dan Dhani hanya mengharap hasil dari menjari juri di acara pencari bakat, saat itulah Dhani berpikir bahwa kalau begini terus bisa tidak akan bisa menutup pengeluaran. Apalagi, tanggung jawab Dhani terhadap korban tabrakan tersebut masih akan terus ditagih. Wong, yang meninggal kepala keluarga semua.

Akhirnya, Dhani pun terjun ke dunia politik meski hanya bisa menjadi buzzer di Pilpres 2014. Tapi nggak apa-apa, menjadi buzzer pun duitnya kenceng. Jadi buzzer di twitter aja lumayan duitnya, apalagi seorang selebritis seperti Dhani. Meski jagoannya kalah, uang sudah di tangan, nggak mungkin diambil lagi.

Ternyata Dhani keasyikan. Setelah Pilpres 2014 ia harus maju menjadi kepala daerah, minimal sebagai wakil. Tapi sebelum maju, ia perlu mem-branding dirinya. Sebagai yang pro-rakyat miskin dan sebagai yang pro-warga muslim. Lantas ia jadikan Ahok sebagai batu loncatannya. Apa yang Ahok lakukan, terutama urusan gusur-menggusur, ia akan berdiri paling depan melawannya.

Sampai-sampai, Dhani pun meminta bantuan FPI untuk memaksimalkan branding dirinya yang pro-warga muslim. Padahal, dulu FPI adalah musuh bebuyutannya Dhani. Saat Dhani dicekal oleh FPI, ia meminta bantuan Gus Dur. Kini, ambisi politik telah membenamkan semua masa lalu yang kelam itu. FPI dan Dhani pun telah hidup mesra.

Dhani pun semakin kerasukan dengan politik. Ia merasa di belakangnya ada banyak pihak yang punya kepentingan yang sama dengannya. Hingga ia bisa-bisanya menghina Presiden dengan kata “anj*ng”. Baginya, semakin kontra ia dengan pemerintah, semakin suara warga muslim ia dapat. Apalagi, ia sepertinya punya keyakinan, Rizieq aja nggak bisa disentuh, apalagi dia.

Ternyata, karma selalu ada. Karma menjadi penyeimbang kehidupan di saat harapan untuk sebuah keadilan tak kunjung terlihat. Dhani yang punya rencana besar dengan pusaran dana yang tak sedikit, akhirnya, sebelum ayam berkokok sudah diciduk polisi. Rencana untuk menyempurnakan branding politiknya sebagai yang rasis, anti-non muslim dan kontra pemerintah, berujung pada petaka.

Saya curiga. Kekalahan Dhani di Pilkada Bekasi ini dikarenakan faktor tadi. Brandingnya sebagai yang kontra pemerintah telah kebablasan hingga ia dicap sebagai pelaku makar. Tentu, penangkapannya mendekati pemilihan akan berdampak besar pada kepercayaan masyarakat atas dirinya.

Jika hasil dari KPUD Bekasi tidak jauh beda dengan hasil dari quick count sebuah lembaga survei, maka kekalahan Dhani sudah bisa dipastikan. Dhani pun sudah buat pernyataan kalau-kalau dia kalah nanti. Biasa lah, harus berjiwa besar.

Padahal, modal sudah habis-habisan. Eh, itu rumahnya di Jakarta udah laku belom yah? Katanya mau hijrah ke Bekasi kalau menang. Eh, ternyata kalah. Tapi, udah terlanjur bilang gak akan tinggal di Jakarta jika Ahok menang. Duh.. jadi ribet gini yah??

Ra(i)sa-ra(i)sanya begitulah

Oleh: Muhammad Nurdin
Sumber: Seword.com
Image: Tempo.co


Name

Ahmad Dhani,3,Ahok,24,Ahok Tersangka,21,Al-Maidah 51,32,Amerika,4,Anies Baswedan,2,Antasari,2,Anti Korupsi,2,Basuki Tjahaja Purnama,8,Berita,336,BNPT,1,Bogor,3,Buni Yani,12,Buni Yani Tersangka,7,Demo 2 Desember,14,Demo 25 November,1,Demo 4 November,1,Demo Ahok,53,Denny Siregar,1,Densus 88,3,Donald Trump,4,DPR,1,Education,1,Ekonomi,14,Entertainment,18,Fadli Zon,2,Fahri Hamzah,3,Fahri Hazah,1,FPI,5,Gempa Aceh,4,GNPF-MUI,1,Golkar,1,Gus Dur,1,Gus Mus,2,Haul Gus Dur,2,Headlines,50,Health,10,HMI,4,Hoax or Not,11,Indonesia,3,Indonesiana,5,Inspirasi,7,Internasional,47,Internet Positif,1,Iwan Fals,1,Jakarta,77,Jawa Barat,1,Johan Budi,1,Joko Widodo,2,Jokowi,12,Jusuf Kalla,1,KAHMI,1,Kalijodo,1,Kalimantan,1,Kasus,1,Kasus Makar,2,Kemendikbud,1,Kolom,9,Kolom Agama,24,Kolom Humaniora,5,Kolom Pendidikan,1,Kolom Politik,32,KPK,2,Kriminal,2,Kriminalisasi Ulama,1,Life Style,7,Lukman Hakim Saifuddin,1,Metro Channel,2,Mobile,1,Mubahalah,2,Nahdlatul Ulama,4,Nasional,509,Natal,1,News,459,News. Nasional,1,Novel Bamukmin,1,Ojek Online,1,Opini,24,Otomotive,1,Pemilu Amerika,2,Pendidikan,1,Perang Dunia Ke-III,1,Pilgub DKI,9,Pilkada,33,Pilkada 2017,14,Pilkada Bekasi,2,Pilkada DKI,86,Pilkada Jabar,1,Pilkada Jakarta,29,PKS,1,PMII,1,Politik,198,Polri,2,Prabowo,1,Ragam Nusantara,2,Religi,4,Rizieq Shihab,4,RPTRA,1,SBY,8,Science,5,Serba-serbi,6,Setya Novanto,1,Sidang Ahok,12,Sport,4,Sumanto Al-Qurtubi,1,Sumpah Pemuda,1,Surat Terbuka,1,Tekno,20,Terorisme,9,TIK,1,Timnas,1,Tito Karnavian,1,TNI,3,Toleransi,1,Travel,15,Trial,1,TurnBackHoax,1,Video,3,Viral,27,Wawancara,2,
ltr
item
Kompas Metro: Derita Ahmad Dhani, Selebritis Tersesat di Dunia Politik, Gagal Total di Pilkada Bekasi
Derita Ahmad Dhani, Selebritis Tersesat di Dunia Politik, Gagal Total di Pilkada Bekasi
Ahmad Dhani bukan yang pertama, selebritis yang masuk ke kancah politik. Sebelum Dhani, sudah banyak selebritis-selebritis lainnya yang mencoba peruntungan nasib di dunia politik. Bermodalkan popularitas, mereka percaya bahwa mereka mampu meraih banyak suara. Parpol pun berebutan menggandeng sang selebritis.
https://3.bp.blogspot.com/-GklnLOYHmYs/WKWpMTAZl8I/AAAAAAAABD0/f-mRQ0Fm-88UlrmamLGQfPE74g1W_FmRgCLcB/s640/Ahmad%2BDhani%2B-.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-GklnLOYHmYs/WKWpMTAZl8I/AAAAAAAABD0/f-mRQ0Fm-88UlrmamLGQfPE74g1W_FmRgCLcB/s72-c/Ahmad%2BDhani%2B-.jpg
Kompas Metro
http://www.kompasmetro.net/2017/02/kekalahan-telak-ahmad-dhani-pilkada-bekasi.html
http://www.kompasmetro.net/
http://www.kompasmetro.net/
http://www.kompasmetro.net/2017/02/kekalahan-telak-ahmad-dhani-pilkada-bekasi.html
true
1123746350529315679
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy