Jerat Banyak Kader Demokrat, Tersangka Korupsi Hambalang Sebut yang Kecipratan Duit Proyek Banyak, Diantaranya....

Andi Zulkarnain Mallaraneng alias Choel mengungkapkan bahwa ada sejumlah pihak yang ikut kecipratan uang korupsi proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat.


Jerat Banyak Kader Demokrat, Tersangka Korupsi Hambalang Sebut Kecipratan Banyak, Diantaranya....
Jerat Banyak Kader Demokrat, Tersangka Korupsi Hambalang Sebut Kecipratan Banyak, Diantaranya....
KOMPAS METRO - Andi Zulkarnain Mallaraneng alias Choel mengungkapkan bahwa ada sejumlah pihak yang ikut kecipratan uang korupsi proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat. 

Adik  kandung mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alifian Mallarangeng itu  bahkan menyebut salah satu penerima duit Hambalang ada yang sudah menjadi gubernur.

Andi Zulkarnain Mallaraneng alias Choel
"Ada banyak dong. Ada yang jadi gubernur juga sekarang," kata Choel sebelum memasuki mobil tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (6/2).

Hanya saja Choel tidak menyebutkan nama pejabat penikmat uang proyek Hambalang yang kini menjadi gubernur itu. "Saya kira keadilan akan tiba pada waktunya," ujar dia.

Sebelumnya KPK menjerat Choel sebagai tersangka proyek Hambalang pada 16 Desember 2015. Dalam dakwaan atas Andi Mallarangeng disebutkan, Choel menjadi perantara pemberian USD 550 ribu ke kakaknya.

Baca: Gus Sholah: Ada Kekeliruan Mempertentangkan Ahok dengan Islam dan Anti Ahok dengan Keindonesiaan

Pemberi uangnya adalah Deddy Kusdinar yang saat itu menjadi kepala Biro Keuangan dan Rumah tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga Deddy Kusdinar. Choel disangka melanggar pasal 2 atau pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Terhitung mulai hari ini Choel menjadi tahanan KPK. Komisi antirasywah itu menitipkan mantan CEO Fox Indonesia tersebut ke Rutan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan.

Hambalang Jerat Anas Urbaningrum 8 Tahun

Sebelumnya Mantan Ketua umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum divonis hukuman 8 tahun pidana penjara oleh majelis hakim peradilan tindak pidana korupsi karena terbukti korupsi menerima hadiah dan tindak pidana pencucian uang.

"Menjatuhkan pidana terhadap Anas Urbaningrum dengan pidana penjara selama delapan tahun," kata majelis hakim dalam sidang yang berakhir sekitar pukul 18.10 WIB, Rabu (24/09) petang.

Anas juga dihukum harus membayar pidana denda sebesar Rp300 juta dan harus membayar uang penganti kerugian negara sedikitnya Rp 57,5 miliar.

Baca:Tamparan Keras untuk MUI yang 'Menjerumuskan' Kyai Ma'ruf Amin dan Offside SBY Koar-koar Soal Penyadapan

Putusan ini berbeda dengan tuntutan jaksa yang menuntut Anas dihukum 15 tahun penjara, membayar uang pengganti Rp 94,18 miliar dan mencabut hak politiknya.

Di hadapan majelis hakim, Anas Urbaningrum menyatakan, vonis terhadap dirinya "tidak adil karena tidak didasarkan fakta persidangan."

Anas dan jaksa penuntut umum kemudian meminta waktu sepekan untuk "berpikir" mengajukan upaya banding atau tidak.

Dalam amar putusannya, dua orang majelis hakim sempat mengajukan perbedaan pendapat.
Berawal dari Nazaruddin

Anas Urbaningrum didakwa menerima hadiah dari berbagai proyek pemerintah, termasuk proyek Hambalang senilai Rp 116,8 miliar dan US$ 5,26 juta dalam persidangan pertama awal 2014.

Tuntutan jaksa menyebutkan, Anas juga menerima dua kendaraan mewah yang masing-masing seharga Rp 670juta dan Rp 735 juta.

Baca Juga: Sindiran Pedas untuk Kyai Ma'ruf Amin Tentang Fatwa Mengerikan Untuk Ahok: Duh Kyai

Anas Urbaningrum (kiri) bersama petinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam fakta persidangan, pria kelahiran 1969 ini terbukti melakukan pencucian uang dengan membeli rumah di Jakarta dan sepetak lahan di Yogyakarta senilai Rp 20,8 miliar.

Anas juga disebut menyamarkan asetnya berupa tambang di Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Amar putusan majelis hakim mengungkapkan, uang yang diperoleh Anas sebagian disimpan di Permai Group untuk digunakan sebagai dana pemenangan untuk posisi Ketua Partai Demokrat.

Anas berulang kali membantah telah menerima hadiah berupa uang, barang dan fasilitas senilai Rp 116,8 miliar dan US$ 5,26 juta. Dia juga berulangkali menyebut dirinya sebagai pihak yang dikorbankan.

Dugaan keterlibatan Anas terungkap berdasarkan kesaksian mantan bendahara Partai Demokrat,

Dalam berbagai kesempatan, Nazaruddin -terpidana kasus korupsi- mengaku uang hasil dugaan korupsi proyek tersebut digunakan untuk biaya pemenangan Anas dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010 lalu.

Anas berulangkali membantah tuduhan korupsi dan menganggap dirinya dikorbankan.

KPK mulai melakukan penyelidikan aliran dana proyek Hambalang ini sejak pertengahan 2012 lalu.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua tersangka kasus proyek Hambalang, yaitu antara lain Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng serta Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar.

Dalam persidangan kasus Anas, sejumlah saksi telah menyebut beberapa nama petinggi Partai Demokrat yang disebut juga menerima dana dari Nazaruddin, tetapi telah dibantah oleh yang bersangkutan.

Kalangan aktivis anti korupsi telah meminta KPK agar menindaklanjuti fakta-fakta baru yang terungkap selama persidangan Anas Urbaningrum.

Baca Juga: Elektabilitas AHY Makin Jeblok Setelah Debat Terbuka Dan.....

Editor: Wijaya Kusuma
Sumber: JPNN/BBC




Name

Ahmad Dhani,3,Ahok,24,Ahok Tersangka,21,Al-Maidah 51,32,Amerika,4,Anies Baswedan,2,Antasari,2,Anti Korupsi,2,Basuki Tjahaja Purnama,8,Berita,336,BNPT,1,Bogor,3,Buni Yani,12,Buni Yani Tersangka,7,Demo 2 Desember,14,Demo 25 November,1,Demo 4 November,1,Demo Ahok,53,Denny Siregar,1,Densus 88,3,Donald Trump,4,DPR,1,Education,1,Ekonomi,14,Entertainment,18,Fadli Zon,2,Fahri Hamzah,3,Fahri Hazah,1,FPI,5,Gempa Aceh,4,GNPF-MUI,1,Golkar,1,Gus Dur,1,Gus Mus,2,Haul Gus Dur,2,Headlines,50,Health,10,HMI,4,Hoax or Not,11,Indonesia,3,Indonesiana,5,Inspirasi,7,Internasional,47,Internet Positif,1,Iwan Fals,1,Jakarta,77,Jawa Barat,1,Johan Budi,1,Joko Widodo,2,Jokowi,12,Jusuf Kalla,1,KAHMI,1,Kalijodo,1,Kalimantan,1,Kasus,1,Kasus Makar,2,Kemendikbud,1,Kolom,9,Kolom Agama,24,Kolom Humaniora,5,Kolom Pendidikan,1,Kolom Politik,32,KPK,2,Kriminal,2,Kriminalisasi Ulama,1,Life Style,7,Lukman Hakim Saifuddin,1,Metro Channel,2,Mobile,1,Mubahalah,2,Nahdlatul Ulama,4,Nasional,509,Natal,1,News,459,News. Nasional,1,Novel Bamukmin,1,Ojek Online,1,Opini,24,Otomotive,1,Pemilu Amerika,2,Pendidikan,1,Perang Dunia Ke-III,1,Pilgub DKI,9,Pilkada,33,Pilkada 2017,14,Pilkada Bekasi,2,Pilkada DKI,86,Pilkada Jabar,1,Pilkada Jakarta,29,PKS,1,PMII,1,Politik,198,Polri,2,Prabowo,1,Ragam Nusantara,2,Religi,4,Rizieq Shihab,4,RPTRA,1,SBY,8,Science,5,Serba-serbi,6,Setya Novanto,1,Sidang Ahok,12,Sport,4,Sumanto Al-Qurtubi,1,Sumpah Pemuda,1,Surat Terbuka,1,Tekno,20,Terorisme,9,TIK,1,Timnas,1,Tito Karnavian,1,TNI,3,Toleransi,1,Travel,15,Trial,1,TurnBackHoax,1,Video,3,Viral,27,Wawancara,2,
ltr
item
Kompas Metro: Jerat Banyak Kader Demokrat, Tersangka Korupsi Hambalang Sebut yang Kecipratan Duit Proyek Banyak, Diantaranya....
Jerat Banyak Kader Demokrat, Tersangka Korupsi Hambalang Sebut yang Kecipratan Duit Proyek Banyak, Diantaranya....
Andi Zulkarnain Mallaraneng alias Choel mengungkapkan bahwa ada sejumlah pihak yang ikut kecipratan uang korupsi proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
https://3.bp.blogspot.com/-kxK_OJRdob0/WJkcPldWLzI/AAAAAAAAAms/BIleXwRWkGwuVVFd9s-KxbKUnfq7fZxgQCLcB/s640/Anas%2BUrbaningrum%2B%2528kiri%2529%2Bbersama%2Bpetinggi%2BPartai%2BDemokrat%2BSusilo%2BBambang%2BYudhoyono..jpg
https://3.bp.blogspot.com/-kxK_OJRdob0/WJkcPldWLzI/AAAAAAAAAms/BIleXwRWkGwuVVFd9s-KxbKUnfq7fZxgQCLcB/s72-c/Anas%2BUrbaningrum%2B%2528kiri%2529%2Bbersama%2Bpetinggi%2BPartai%2BDemokrat%2BSusilo%2BBambang%2BYudhoyono..jpg
Kompas Metro
http://www.kompasmetro.net/2017/02/jerat-banyak-kader-demokrat-tersangka.html
http://www.kompasmetro.net/
http://www.kompasmetro.net/
http://www.kompasmetro.net/2017/02/jerat-banyak-kader-demokrat-tersangka.html
true
1123746350529315679
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy