#Aksi112: Dzikir-Doa Bersama jadi Ajang Kampanye Hingga Kelakuan Biadab Pemukulan Pada Wartawan

Pagi tadi saya sudah membahas tentang Paslon 1 dan Paslon 3 yang ikut serta dalam #Aksi112 di masjid Istiqlal. Saya telah memberikan kritik bahwa keikutsertaan Paslon 1 dan 3 dalam acara tersebut justru malah mengonfirmasi hilangnya akal sehat mereka sebagai calon kepala daerah sekaligus mereka juga mengonfirmasi bahwa mereka kehabisan cara untuk memenangkan konstestasi secara bersih.

#Aksi112: Dzikir-Doa Bersama jadi Ajang Kampanye Hingga Kelakuan Biadab Pemukulan Pada Wartawan
#Aksi112: Dzikir-Doa Bersama jadi Ajang Kampanye Hingga Kelakuan Biadab Pemukulan Pada Wartawan
KOMPAS METRO - Pagi tadi saya sudah membahas tentang Paslon 1 dan Paslon 3 yang ikut serta dalam #Aksi112 di masjid Istiqlal. Saya telah memberikan kritik bahwa keikutsertaan Paslon 1 dan 3 dalam acara tersebut justru malah mengonfirmasi hilangnya akal sehat mereka sebagai calon kepala daerah sekaligus mereka juga mengonfirmasi bahwa mereka kehabisan cara untuk memenangkan konstestasi secara bersih.

Mengapa saya katakan cara yang mereka tempuh pagi ini sangat kotor dan memalukan? Saya telah katakan, bagaimana mungkin, seorang calon kepala daerah telah menunjukkan keberpihakannya pada satu agama mayoritas? Bagaimana mungkin seorang kepala daerah yang akan menjadi pengayom setiap elemen masyarakat tanpa memandang suku, agama, ras dan warna kulit, kini sedang menggoreng isu SARA hanya untuk memenangkan kontestasi Pilkada?

Kapolri sudah mencium adanya bau amis kampanye terselubung dalam aksi 112, meski acara tersebut, dikabarkan kepada publik hanyalah acara doa dan dzikir bersama. Nyatanya, aksi 112 memang kampanye terselubung untuk memilih antara Paslon 1 atau 3. Kalau Paslon 2 sudah jelas, sebab Petahana adalah alasan mereka mengadakan pengkonsentrasian massa jauh sebelum ini.

Tentu kita bertanya-tanya, mengapa Paslon 1 dan 3 harus hadir dalam acara tersebut? Kalau memang tujuannya adalah untuk berdoa dan berdzikir, apakah harus jauh-jauh ke Istiqlal? Apakah sesulit itu untuk mencari Allah SWT hingga harus jauh-jauh ke Istiqlal? Bukankah Allah lebih dekat dari urat leher hamba-Nya?

Ini sangat menggelikan saat seorang calon kepala daerah mengetahui bahwa akan ada kampanye di sebuah masjid, dimana hal tersebut dilarang oleh undang-undang, tapi mereka tetap datang dan merasa nyaman dengan pelanggaran yang telah dilakukannya. Mereka menyimak setiap ceramah yang menjual ayat-ayat Kitab Suci hanya untuk mengobarkan sentimen SARA dalam sebuah pesta demokrasi.

Aksi 112 adalah aksi yang membohongi publik untuk kesekian kalinya atas nama bela agama. Saya heran melihat orang-orang ini bisa hidup dengan terus menerus membohongi masyarakat awam. Mereka tahu bahwa masyarakat kita sentimen agamanya tinggi, mereka sangat fanatik dengan ulama mereka, tapi dari titik itulah mereka justru memanfaatkannya.

Sebelum ini mereka telah melakukan pengkonsentrasian massa jauh lebih banyak dari ini. Mereka malah mendatangkan banyak orang dari berbagai daerah hanya untuk satu tujuan, memasukkan Ahok ke penjara. Mereka yang datang jauh-jauh itu, tidak tahu apa-apa tentang pidato Ahok. Bermodalkan video editan Buni Yani yang digoreng dengan caption-caption provokatif ala post-metro dan piyungan, akhirnya tersulutlah kefanatikan mereka. Atas nama jihad bela agama, datanglah mereka ke Jakarta.

Setelah Ahok menjadi tersangka, lalu jadi terdakwa, dan proses sidang pun berjalan hingga putaran ke-9, semua kebohongan aksi bela agama akhirnya terungkap. Masyarakat yang awalnya terprovokasi, lama-lama menyadari bahwa ini hanyalah bagian dari intrik politik kotor yang dimainkan oleh suatu tangan yang tak terlihat.

Jadi. Kita tak perlu heran saat orang-orang yang sama menggelar aksi yang mengkonsentrasikan banyak orang, lalu dengan lantangnya berceramah tema yang sama seperti yang sudah-sudah, ini tak lain hanya lah sebuah kelanjutan drama politik yang dibalut dalam jubah agama. Akhirnya, dari doa pun ia bermetamorfosis menjadi kampanye politik. Dan Rumah Allah pun harus pasrah dan tabah dijadikan sebagai tempat untuk urusan-urusan duniawi rendah semacam itu.

Sayang sungguh disayang. Aksi yang mengatas-namakan doa dan dzikir ini, yang mempunyai maqom yang suci dalam Islam, harus dinodai dengan adanya intimidasi oleh sekelompok peserta kepada beberapa wartawan yang meliput. Tapi, harus saya akui, itu sudah biasa terjadi saat mereka berkumpul dan di saat itu pula ada wartawan yang mereka anggap berseberangan dengan mereka.

Ingat saat terjadi intimidasi wartawan saat sidang Ahok? Mereka seperti binatang yang bisa berbuat seenaknya kepada seorang wanita lemah. Mereka seperti masyarakat jahiliyah zaman Rasul dulu yang menganggap wanita sebagai budak yang mereka bisa seenaknya mereka perlakukan apa saja.

Tiga wartawan yang dikonfirmasi dari Metro TV dan Kompas TV diberitakan telah mendapat intimidasi berupa pemukulan dengan bambu di bagian kepala. Memang, kelompok ini sangat alergi dengan Metro dan Kompas. Mereka selalu menganggap Metro dan Kompas adalah musuh mereka. Bahkan pernah keluar fatwa dari kalangan mereka bahwa menonton Metro TV hukumnya haram.

Dendam kesumat yang telah tertanam dan tumbuh subur bersamaan dengan suburnya berita-berita hoax akhirnya meledak tak terkendali. Mereka luapkan dendam kesumat tersebut dalam sebuah acara yang sangat sakral dalam umat Islam. Dan sekali lagi, kita tak boleh marah saat orang di luar Islam berkomentar macam-macam tentang Islam. Karena apa yang kita perlihatkan sungguh sangat memalukan. Sungguh sangat tidak memperlihatkan akhlak islami.

Kita berharap pihak kepolisian segera mengusut kasus memalukan ini. Dan kita berharap juga negara segera membubarkan ormas-ormas radikal perusak keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Apakah kita masih mau memilih calon pemimpin yang di belakang mereka berdiri ormas-ormas anti Pancasila dan anti kebhinekaan? Pilihan anda menentukan seberapa waras diri anda.

Ra(i)sa-ra(i)sanya begitulah

Oleh: Muhammad Nurdin
Sumber: Seword.com


Name

Ahmad Dhani,3,Ahok,24,Ahok Tersangka,21,Al-Maidah 51,32,Amerika,4,Anies Baswedan,2,Antasari,2,Anti Korupsi,2,Basuki Tjahaja Purnama,8,Berita,336,BNPT,1,Bogor,3,Buni Yani,12,Buni Yani Tersangka,7,Demo 2 Desember,14,Demo 25 November,1,Demo 4 November,1,Demo Ahok,53,Denny Siregar,1,Densus 88,3,Donald Trump,4,DPR,1,Education,1,Ekonomi,14,Entertainment,18,Fadli Zon,2,Fahri Hamzah,3,Fahri Hazah,1,FPI,5,Gempa Aceh,4,GNPF-MUI,1,Golkar,1,Gus Dur,1,Gus Mus,2,Haul Gus Dur,2,Headlines,50,Health,10,HMI,4,Hoax or Not,11,Indonesia,3,Indonesiana,5,Inspirasi,7,Internasional,47,Internet Positif,1,Iwan Fals,1,Jakarta,77,Jawa Barat,1,Johan Budi,1,Joko Widodo,2,Jokowi,12,Jusuf Kalla,1,KAHMI,1,Kalijodo,1,Kalimantan,1,Kasus,1,Kasus Makar,2,Kemendikbud,1,Kolom,9,Kolom Agama,24,Kolom Humaniora,5,Kolom Pendidikan,1,Kolom Politik,32,KPK,2,Kriminal,2,Kriminalisasi Ulama,1,Life Style,7,Lukman Hakim Saifuddin,1,Metro Channel,2,Mobile,1,Mubahalah,2,Nahdlatul Ulama,4,Nasional,509,Natal,1,News,459,News. Nasional,1,Novel Bamukmin,1,Ojek Online,1,Opini,24,Otomotive,1,Pemilu Amerika,2,Pendidikan,1,Perang Dunia Ke-III,1,Pilgub DKI,9,Pilkada,33,Pilkada 2017,14,Pilkada Bekasi,2,Pilkada DKI,86,Pilkada Jabar,1,Pilkada Jakarta,29,PKS,1,PMII,1,Politik,198,Polri,2,Prabowo,1,Ragam Nusantara,2,Religi,4,Rizieq Shihab,4,RPTRA,1,SBY,8,Science,5,Serba-serbi,6,Setya Novanto,1,Sidang Ahok,12,Sport,4,Sumanto Al-Qurtubi,1,Sumpah Pemuda,1,Surat Terbuka,1,Tekno,20,Terorisme,9,TIK,1,Timnas,1,Tito Karnavian,1,TNI,3,Toleransi,1,Travel,15,Trial,1,TurnBackHoax,1,Video,3,Viral,27,Wawancara,2,
ltr
item
Kompas Metro: #Aksi112: Dzikir-Doa Bersama jadi Ajang Kampanye Hingga Kelakuan Biadab Pemukulan Pada Wartawan
#Aksi112: Dzikir-Doa Bersama jadi Ajang Kampanye Hingga Kelakuan Biadab Pemukulan Pada Wartawan
Pagi tadi saya sudah membahas tentang Paslon 1 dan Paslon 3 yang ikut serta dalam #Aksi112 di masjid Istiqlal. Saya telah memberikan kritik bahwa keikutsertaan Paslon 1 dan 3 dalam acara tersebut justru malah mengonfirmasi hilangnya akal sehat mereka sebagai calon kepala daerah sekaligus mereka juga mengonfirmasi bahwa mereka kehabisan cara untuk memenangkan konstestasi secara bersih.
https://2.bp.blogspot.com/-FiXOfNMbAjk/WJ8XYZl7DII/AAAAAAAAAwo/nB5kBVWMFZ8m3FNSBr6CseRfmRa2awPYgCLcB/s640/Anies%2BBaswedan%2Bdi%2BAksi%2B112.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-FiXOfNMbAjk/WJ8XYZl7DII/AAAAAAAAAwo/nB5kBVWMFZ8m3FNSBr6CseRfmRa2awPYgCLcB/s72-c/Anies%2BBaswedan%2Bdi%2BAksi%2B112.jpg
Kompas Metro
http://www.kompasmetro.net/2017/02/aksi112-dzikir-doa-bersama-jadi-ajang.html
http://www.kompasmetro.net/
http://www.kompasmetro.net/
http://www.kompasmetro.net/2017/02/aksi112-dzikir-doa-bersama-jadi-ajang.html
true
1123746350529315679
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy